Postingan

Menampilkan postingan dengan label Akuntansi

Pengertian Kas dan Setara Kas

Kas adalah uang tunai yang paling likuid sehingga pos ini biasanya ditempatkan pada urutan teratas dari aset. Yang termasuk dalam kas adalah seluruh alat pembayaran yang dapat digunakan dengan segera seperti uang kertas, uang logam, dan saldo rekening giro di bank. Kas dapat dikatakan merupakan satu-satunya pos yang paling penting dalam neraca. Karena berlaku sebagai alat tukar dalam perekonomian kita, kas terlihat secara langsung atau tidak langsung dalam hampir semua transaksi usaha. Hal ini sesuai dengan sifat-sifat kas yaitu : Kas terlalu terlibat dalam hampir semua transaksi perusahaan. Kas merupakan harta yang siap dan muda untuk digunakan dalam transaksi serta ditukarkan dengan harta lain, mudah dipindahkan dan beragam tanpa tanda pemilik. Jumlah uang kas yang dimiliki oleh perusahaan harus di jaga sedemikian rupa sehingga tidak terlalu banyak dan tidak kurang. Setara kas adalah investasi yang sifatnya likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadik...

Saham dan Jenis-jenis Saham

Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Ada beberapa sudut pandang untuk membedakan saham : Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim Saham Biasa (common stock) Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut. Saham Preferen (Preferred Stock) Saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bis...

Pengertian Good Corporate Governance

Good Corporate Governance pada dasarnya merupakan suatu sistem (input, Proses, output) dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) terutama dalam arti sempit hubungan antara pemegang saham, dewan komisaris, dan dewan direksi demi tercapainya tujuan perusahaan. Good Corporate Governance dimaksudkan untuk mengatur hubungan-hubungan dan mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan signifikan dalam strategi perusahaan dan untuk memastikan bahwa kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat di perebaiki dengan segera. Beberapa hal penting yang terkandung dalam Good Corporate Governance : Efektivitas yang bersumber dari budaya perusahaan, etika, nilai, sistem, proses bisnis, kebijakan dan struktur organisasi perusahaan yang bertujuan untuk mendukung dan mendorong pengembangan perusahaan, pengelolaan sumber daya dan resiko secara lebih efektif dan efisien, pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan stakeholder lainnya Sep...

Peran Akuntansi

Akuntansi mencakup seluruh aspek bisnis. Sewa ruang kantor yang digunakan untuk menjalankan roda perusahaan, pembayaran gaji karyawan, penggantian beban (expense) perjalanan wiraniaga (salesman) adalah bagian dari aktivitas bisnis yang melibatkan akuntansi. Ada empat peran akuntansi dalam setiap bisnis, yaitu pengendalian keuangan, operasi perusahaan, pelaporan dan perencanaan. Pengendalian Keuangan Salah satu peran utama dari akuntansi adalah dalam hal pengendalian keuangan. Pengendalian biaya (cost) adalah salah satu factor utama untuk keberhasilan usaha. Pengelolaan biaya (overhead) dan biaya produksi akan menentukan perbedaan antara rugi dan laba. Perhatikanlah contoh berikut : Sebuah perusahaan membuat sebuah mesin dengan biaya Rp. 500.000 dan menjualnya seharga Rp. 1.000.000. Setelah dikurangi dengan beban penjualan, beban iklan, biaya overhead dan biaya lainnya, perusahaan hanya memperoleh laba sebesar Rp. 100.000 dari penjualan Rp. 1.000.000. Misalkan saja perusa...

Dasar-Dasar Akuntansi

Akuntansi adalah kebutuhan mendasar untuk menjalani bisnis, seperti halnya pemasaran dan operasi. Dengan akuntansi kita dapat mengukur seluruh aspek bisnis yang dikelola. Informasi akuntansi sangat berguna bagi aktivitas perusahaan atau manajemen dalam mengambil keputusan, dan demikian pula dengan pihak-pihak luar yang terkait dengtan perusahaan. Definisi Akuntansi Dari sudut pemakai : Suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan suatu organisasi. Dari sudut proses kegiatan : Proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi. Berdasarkan fungsinya : Suatu kegiatan jasa yang berfungsi menyediakan informasi kuantitatif yang bersifat keuangan. Sumber : Buku kesatu menguasai MYOB Accounting Plus 11, Albertus Ong Akuntansi dan lingkungannya, Pengantar Akuntansi 1

Pendapatan Diterima di Muka

Perusahaan penerbit majalah seperti Sport Illustrated, menerima cek dari pelanggan saat majalah dipesan. Perusahaan penerbangan seperti, Amerikan Airlines menerima uang tunai ketika perusahaan menjual tiket untuk penerbangan yang akan datang. Dari dua transaksi tersebut kedua perusahaan itu mencatat pendapatan diterima di muka (pendapatan yang diterima sebelum barang dikirimkan atau jasa diselesaikan). Bagaimana perusahaan mencatat transaksi tersebut..? Pada saat pembayaran diterima, kas didebit dan akun pendapatan diterima di muka yang masuk kedalam kelompok kewajiban dikredit. Pada saat pendapatan yang telah dihasilkan (earned), akun pendapatan diterima di muka didebit dan akun pendapatan yang telah dihasilkan dikredit. Sebagai contoh, diasumsikan bahwa Superior University menjual 10.000 tiket sepak bola untuk pertandingan musiman dengan harga Rp. 50.000 pertiket atas lima jadwal pertandingan. Maka jurnal untuk penjualan tiket tersebut adalah sebagai berikut : 6 Agustus ...

Utang Pajak Penjualan

Sebagai seorang konsumen, kita tahu bahwa produk-produk yang kita beli ditoko ritel merupakan subjek pajak penjualan. (Catatan : di indonesia dikenal sebagai Pajak Pertambahan Nilai - PPN). Nilai pajak ditetapkan sebesar presentasi dari harga jual. Peritel akan memungut pajak dari konsumen pada saat terjadi penjualan. Secara periodik (umumnya bulanan), jumlah pajak yang dipungut dari konsumen akan disetorkan ke kantor pajak melalui bank / kantor pos yang ditunjuk oleh pemerintah. Hampir seluruh aturan atas pajak penjualan menyatakan bahwa jumlah penjualan dan pajak penjualan yang dipungut harus dicatat secara terpisah atas kas yang diperoleh (kecuali untuk penjualan bahan bakar minyak). Register kas kemudian digunakan untuk mengkredit (menambah) akun penjualan dan Utang Pajak Penjualan. Sebagai contoh  seperti kasus berikut ini : Jika pada tanggal 25 Maret mesin kas Cooley Grocery menunjukan penjualan sebesar Rp. 10.000.000 dan pajak penjualan sebesar Rp. 600.000 (tarif PP...

Wesel Bayar

Kewajiban dalam bentuk surat promes akan dicatat sebagai wesel bayar (notes payable). Wesel bayar lebih sering digunakan daripada utang usaha. Wesel bayar memberikan bukti resmi bagi pihak kreditor (yang meminjamkan) atas kewajiban yang terjadi seandainya dibutuhkan langkah-langkah hukum untuk menagih utang. Wesel bayar umumnya mengharuskan peminjam untuk membayar bunga dan sering kali diterbitkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek. Wesel bayar diterbitkan dalam jangka waktu yang beragam. Jangka waktu untuk pembayaran dalam satu tahun dari tanggal neraca biasanya diklafikasikan sebagai kewajiban jangka pendek . Kebanyakan wesel bayar merupakan kewajiban berbunga. Berikut ini adalah ilustrasi contohnya untuk wesel bayar : Diasumsikan bahwa Second national Bank setuju untuk memberikan pinjaman sebesar Rp. 100.000.000 pada tanggal 1 Maret 2012, Jika Nichole William Co. menandatangani wesel senilai Rp. 100.000.000 dengan tingkat bunga 12% dan jangka waktu ...

Kewajiban Jangka Pendek

Telah kita ketahui bahwa tagihan, utang dan kewajiban harus diselesaikan atau dibayarkan pada waktu tertentu dimasa depan dengan perpindahan atas aset atau jasa. Tanggal masa depan yaitu tanggal harus membayar (tanggal jatuh tempo) merupakan gambaran yang signifikan tentang kewajiban. Gambaran "tanggal masa depan" ini menimbulkan dua klasifikasi dasar kewajiban, yaitu kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang . Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang kewajiban jangka pendek. Saya akan memposting tentang kewajiban jangka panjang setelah selesai memahami kewajiban jangka pendek ini. Kewajiban jangka pendek ( current liability ) merupakan utang yang memiliki dua kriteria pokok, yaitu : Diharapkan dapat dibayar dari aset lancar yang ada atau dengan membuat kewajiban jangka pendek baru lainnya Diperkirakan akan dibayarkan dalam jangka waktu satu tahun atau siklus perusahaan, mana yang lebih lama Utang yang tidak memenuhi dua kriteria tersebut akan...

Menghitung Persediaan Akhir Dengan Menggunakan Metode AVERAGE Dalam Sistem Periodik

Gambar
AVERAGE artinya adalah rata - rata. Dalam menghitung persediaan akhir dengan menggunakan metode AVERAGE (rata - rata) dalam sistem periodik tidak begitu rumit jika dibandingkan dengan sistem perpetual. Berikut ini adalah contoh kasus menghitung persediaan akhir dengan menggunakan metode AVERAGE dalam sistem periodik Diketahui : Berikut ini adalah persediaan suatu perusahaan pada tahun 2012 Ditanyakan : Diminta menghitung persediaan akhir (per 31 desember 2012) dengan sistem periodik dan menggunakan metode AVERAGE Jawab : Pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu persediaan akhirnya Untuk mengetahui persediaan akhir, sebelumnya bisa dilihat dari kolom diatas. Pertama ditulis jumlah unit persediaan awal, kemudian ditambahkan dengan total jumlah unit pembelian. Hasilnya adalah barang tersedia untuk dijual. Lalu jumlah tersebut dikurangi total jumlah unit penjualan. Hingga akhirnya didapatlah jumlah persediaan akhir per 31 Des 2012 seperti dibawah ini : Persediaan Ak...

Menghitung Persediaan Akhir Dengan Menggunakan Metode LIFO Dalam Sistem Periodik

Gambar
LIFO adalah kepanjangan dari Last In First Out. Dalam menghitung persediaan akhir dengan menggunakan metode LIFO (Last In First Out) dalam sistem periodik tidak begitu rumit jika dibandingkan dengan sistem perpetual. Berikut ini adalah contoh kasus menghitung persediaan akhir dengan menggunakan metode LIFO dalam sistem periodik Diketahui : Berikut ini adalah persediaan suatu perusahaan pada tahun 2012 Ditanyakan : Diminta menghitung persediaan akhir (per 31 desember 2012) dengan sistem periodik dan menggunakan metode LIFO Jawab : Pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu persediaan akhirnya Untuk mengetahui persediaan akhir, sebelumnya bisa dilihat dari kolom diatas. Pertama ditulis jumlah unit persediaan awal, kemudian ditambahkan dengan total jumlah unit pembelian. Hasilnya adalah barang tersedia untuk dijual. Lalu jumlah tersebut dikurangi total jumlah unit penjualan. Hingga akhirnya didapatlah jumlah persediaan akhir per 31 Des 2012 seperti dibawah ini : Pers...

Menghitung Persediaan Akhir Dengan Menggunakan Metode FIFO Dalam Sistem Periodik

Gambar
FIFO adalah kepanjangan dari First In First Out. Dalam menghitung persediaan akhir dengan menggunakan metode FIFO (First In First Out) dalam sistem periodik tidak begitu rumit jika dibandingkan dengan sistem perpetual. Berikut ini adalah contoh kasus menghitung persediaan akhir dengan menggunakan metode FIFO dalam sistem periodik Diketahui : Berikut ini adalah persediaan suatu perusahaan pada tahun 2012 Ditanyakan : Diminta menghitung persediaan akhir (per 31 desember 2012) dengan sistem periodik dan menggunakan metode FIFO Jawab : Pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu persediaan akhirnya Untuk mengetahui persediaan akhir, sebelumnya bisa dilihat dari kolom diatas. Pertama ditulis jumlah unit persediaan awal, kemudian ditambahkan dengan total jumlah unit pembelian. Hasilnya adalah barang tersedia untuk dijual. Lalu jumlah tersebut dikurangi total jumlah unit penjualan. Hingga akhirnya didapatlah jumlah persediaan akhir per 31 Des 2012 seperti dibawah ini : Pers...

Matching Principle dan Pengertian Lainnya

A. Business Entity Concept Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan harus dipandang sebagai kesatuan usaha yang terpisah dari pemiliknya dan juga dari perusahaan lain. Atau, merupakan konsep akuntansi yang didasarkan pada entitas usaha, yaitu membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha B. Accrual Basic Accrual Basic merupakan suatu basis akuntansi di mana transaksi ekonomi dan peristiwa-peristiwa lain diakui dan dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam periode laporan keuangan pada saat terjadinya transaksi tersebut, bukan pada saat kas atau ekuivalen kas diterima atau dibayarkan. C. Cash Basic Cash Basic adalah suatu metode pencatatan dalam akuntansi, dimana dalam hal ini setiap transaksi yang terjadi dicatat berdasarkan jumlah nominal yang diterima. D. Book Original of Entry (Jurnal) Book Original of Entry atau dapat disebut juga Jurnal adalah suatu buku atau formulir untuk pencatatan pertama dan uta...

Profesi dan Bidang Tugas Akuntan

A. Akuntan Publik (Akuntan Ekstern) Akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas (independen) terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi lain. B. Akuntan manajemen (Akuntan Privat/Intern) Seorang akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi tertentu yang bertugas menjalankan fungsi akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen. C. Akuntan Pendidik Seorang akuntan yang bekerja di lembaga pendidikan untuk mengajar akuntansi atau melakukan riset dan pengembangan akuntansi. D. Akuntan Pemerintah (Akuntan Negara) Seorang akuntan yang bekerja di lembaga-lembaga pemerintah. Sumber : http://mestargroup.blogspot.com/2012/01/materi-akuntansi.html

Pihak - Pihak Yang Berkepentingan Dalam Akuntansi

A. Pihak Intern Adalah pihak manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan pengendalian (controlling), pengkoordinasian (coordinating), dan perencanaan (planning) suatu perusahaan. B. Pihak Ekstern Adalah pihak-pihak yang berada di luar perusahaan tetapi ia membutuhkan informasi keuangan perusahaan tersebut. 1. Pemilik/Investor Pemilik memerlukan informasi akuntansi di perusahaannya untuk mengetahui maju mundurnya perusahaan, sehingga ia dapat mengambil keputusan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjualnya, atau menambah investasinya. 2. Calon Investor Bagi calon investor sangat perlu informasi akuntansi perusahaan. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengambil keputusannya apakah akan menginvestasikan dananya di perusahaan tersebut atau tidak. 3. Kreditor Informasi akuntansi suatu perusahaan sangat dibutuhkan bagi kreditor untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal ini dapat dijadika...

Akun Riil dan Akun Nominal

Akun Riil  Akun Riil disebut juga akun neraca yang sifatnya permanen maksudnya tetap berkelanjutan dari satu periode ke periode pembukuan berikutnya. Akun Riil dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : 1. Harta (Assets) Harta Lancar Harta Investasi Harta tetap berwujud Harta tetap tidak berwujud Harta lain - lain 2. Utang atau Kewajiban (Liabilities) Kewajiban Lancar Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban Lain - Lain 3. Modal (Capital) Akun Nominal Akun Nominal terdiri dari akun pendapatan dan akun beban. Akun dalam laporan laba/ rugi terdiri dari : 1. Pendapatan Pendapatan Operasional Pendapatan Lain - Lain 2. Beban Beban Operasional Beban Lain - Lain Sumber : http://mestargroup.blogspot.com/2012/01/materi-akuntansi.html

Tujuan Neraca Saldo (TRIAL BALANCE)

Neraca saldo atau TRIAL BALANCE diperlukan untuk memastikan bahwa tidak adanya kesalahan di dalam mem-posting jumlah debit/kredit dari jurnal ke buku besar. Tujuan pembuatan neraca saldo untuk membuktikan bahwa diantara jumlah debit dengan jumlah kredit telah sama (equality). Jika antara jumlah debit dan kredit dalam neraca saldo tidak sama, maka hal ini bisa disebabkan : 1. Terdapat kesalahan dalam mengidentifikasi jurnal 2. Terdapat transaksi bisnis yang tidak dijurnalkan (terlewat) 3. Terdapat transaksi bisnis yang di jurnalkan secara ganda (Double) Sumber : http://popiemercholis0821290069.blogspot.com/2011/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_1654.html

PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA

Sejak awal pendapatan diterima di muka selalu dicatat sebagai kewajiban, tetapi lama kelamaan pada akhir periode akuntansi akan menjadi pendapatan. Tidak terlalu rumit untuk dimengerti sejak telah membaca tentang beban dibayar di muka bukan? Contoh : Sewa diterima di muka adalah salah satu contoh dari pendapatan diterima di muka. Misalnya sang pemilik ruko akan mencatat uang sewa sebagai kewajiban baginya karena ia harus menyediakan gedung ruko untuk disewakan. Tetapi tentu saja dikemudian hari akan menjadi pendapatan. Pendapatan dibayar di muka dapat dicatat dalam 2 cara : Sebagai kewajiban atau sebagai pendapatan. Contoh kasus : Pada tanggal 1 April 2011 diterima di muka bunga pinjaman senilai Rp. 300.000 untuk masa 1 tahun. Saat mencatat sebagai kewajiban maka akan terlihat seperti ini : Kas.............................................................................................Rp. 300.000              Bunga diterima di muka.............

POS TRANSITORIS DAN POS ANTISIPASI

Pos Transitoris ( deferral item ) Pos Transitoris ( deferral item ) adalah pendapatan yang sudah diterima kasnya akan tetapi belum menjadi hak perusahaan, dan biaya yang sudah dibayar dengan kas akan tetapi belum menjadi kewajiban perusahaan. Pos Antisipasi ( accrual item ) Pos Antisipasi ( accrual item ) adalah pendapatan yang belum diterima dalam bentuk kas akan tetapi sudah menjadi hak perusahaan, dan biaya yang belum dibayar dengan kas akan tetapi sudah menjadi kewajiban perusaahaan. Contoh kasus Pos antisipasi aktif : Perusahaan menyewakan gedung selama satu tahun terhitung dari 1 Juli 2006 sampai 30 Juni 2007. Biaya sewa selama satu tahun yaitu Rp. 8.000.000.00. dan diterima dibelakang pada 30 Juni 2007. Jika perusahaan membuat laporan keuangan pada 31 Juli 2006, maka pendapatan yang harus diterima untuk tahun 2006 adalah Rp. 200.000.00 yaitu sewa untuk jangka waktu 1 bulan terhitung dari 1 Juli 2006 sampai 31 Juli 2006 meskipun kasnya belum diterima. Pos antisipasi demik...

Prinsip - Prinsip Akuntansi

Selain penerapan asumsi-asumsi dasar dalam praktek akuntansi, terdapat juga beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Seperti orang hidup yang harus memiliki prinsip, demikian juga dengan akuntansi. Adapun prinsip-prinsip akuntansi tersebut adalah: 1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle) Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Misalkan, pada saat kita hendak membeli sebuah laptop, kita ditawari harga Rp 9.000.000,00, setelah proses tawar menawar berjalan kita membeli laptop tersebut dengan harga Rp 8.950.000,00. Dari kondisi di atas yang menjadi harga perolehan laptop kita adalah Rp 8.950.000,00, sehingga pada pencatatan kita yang muncul adalah angka Rp 8.950.000,00. 2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle) Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode t...